Senin, 31 Oktober 2011

KUNCI SURGA YANG TERLUPAKAN

TIGA  KUNCI SURGA YANG TERLUPAKAN
Oleh : Sobarudin
Ada suatu kisah  menarik yang terjadi pada masa Rasulullah SAW bersama para sahabatnya ketika beliau berada di masjid Nabawi. Setiap sore Rasulullah selalu  memberikan nasehat dan pesan-pesan agama kepada para sahabatnya. Naman pada suatu saat tidak seperti biasanya, Rasulullah seakan-akan menunggu seorang yang belum juga hadir pada pertemuan tersebut, sehingga Umar ibn Khatab memberanikan diri untuk bertanya kepada Rasulullah: “ Ya Rasulullah,  Siapa gerangan manusia yang sedang engkau tunggu sedangkan kami semua, para sahabat sudah siap untuk menerima fatwa-Mu ?”.
Maka setelah mendengar pertanyaan Umar ibn Khatab tersebut dengan penuh kewibawaan dan senyum yang khas Rasulullah bersabda: “Saya sedang menunggu seorang penghuni sorga pada pengajian kali ini”.
Setelah mendengar sabda Rasululllah tersebut Umar seakan-akan terheran-heran dan bertanya-tanya pada dirinya. Siapakah gerangan manusia itu serta apa amalan dan ibadahnya sehingga Rasulullah sempat mengumumkan bahwa dia adalah penghuni sorga sedangkan saya, Abu Bakar, Utsman serta menantunya Ali ibn Abi Thalib, kami semua orang yang paling  taat terhadap perintah Allah dan Rasul serta ibadah kami maksimal tetapi mengapa tidak diumumkan oleh Rasulullah menjadi penghuni sorga?.
Maka setelah mendapat nasihat, bimbingan serta pesan-pesan agama dari Rasul, Umar membuntuti orang tersebut sampai ke rumahnya, lalu Umar bertanya; “ Wahai sahabat, apa amalan dan ibadah yang engkau lakukan sehingga engkau dicatat dan dumumkan  Rasulullah bahwa engkau adalah penghuni sorga?”.
“ Wahai Umar, jangan engkau bangga bahwa setelah melaksanakan rukun Iman dan rukun Islam lalu engkau akan dijamin masuk sorga ? Belum tentu wahai Umar “. Mungkin saja syahadat yang diucapkan hanya sekedar di bibir, mungkin juga shalat yang kita dirikan semata-mata bukan karena Allah tetapi karena ria, dan mungkin pula puasa, zakat dan haji yang kita kerjakan hanya sekedar ingin  mendapat pujian belaka.
Sedangkan saya yang sudah digambarkan masuk sorga oleh Rasulullah itu disamping saya melaksanakan perintah shalat, puasa, zakat dan haji, saya juga selalu taat dan tekun melaksanakan tiga perkara.
Pertama, manakala saya melihat  tetangga, teman sejawat dan sahabat saya mendapat rizki atau kedudukan, maka sayalah orang yang pertama kali melakukan sujud syukur. Saya tidak seperti manusia yang lainnya manakala mendengar dan melihat tetangga, teman sejawat dan sahabat   mendapat rizki dari Allah SWT malah timbul perasaan iri, dengki, hasud, fitnah dan su’udhan serta penyakit hati lainnya yang selalu merongrong jiwa.
Saya dengan senang hati , saya bersujud syukur dan saya memohon kepada Allah SWT semoga rizki, kedudukan dan harta yang diberikan Allah SWT itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk dirinya maupun bagi masyarakat sekitarnya.
Kedua, ketika tiba malam hari saya tidak pernah menaruh kepala saya di atas bantal atau saya tidak pernah tidur dimalam hari kecuali saya selalu tafakur dan bertanya pada diri sendiri, sudahkan amanah yang Allah berikan kepada saya, saya laksanakan dengan sebaik-baiknya?.
Amanah yang Allah SWT berikan kepada saya sebagai suami, sebagai anak, sebagai pejabat, sebagai hartawan, sebagai pendidik, sebagai karyawan, sudahakah saya pergunakan dengan penuh tanggungjawab serta sudahkah sesuai dengan jalan yang  Allah ridha’i atau malah sebaliknya?.
Semua anamah itu akan saya pertanggung jawabkan di hadapan yang Maha Kuasa kelak, sebagaiman sabda Rasul : “ Kullukum rain wakullukum masulun an ra’iyatih”, setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawaban atas kepemimpinannya.
Ketiga, Saya juga dicatat oleh Allah SWT sebagai penghuni sorga karena setiap saat saya selalu berusaha menjadi Musllim yang Kaffah. Selalu saya tampakan menjadi Muslim yang sempurna. Muslimnya saya bukan sekedar di nama saja, bukan pula hanya tertera di KTP saja, tetapi saya selalu berusaha menjadi Muslim sejati dalam segala prilaku sehari-hari.
Penglihatanku adalah penglihatan islami, ucapanku adalah ucapan islami, setiap kata-kata yang keluar dari mulutku semuanya mengandung tasbih atau pujian kepada Allah SWT. Tangan saya selalu dipergunakan untuk meraba dan memegang hal-hal yang dihalalkan oleh Allah. Kaki saya selalu dipergunakan untuk menuju ke tempat di jalan Allah serta hati saya, saya pergunakan untuk mensyukuri dan mentafakuri ciptaan Allah, setiap saat selalu merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang bertebaran dimuka bumi ini.
Tiga perkara itulah yang selalu saya lakukan, sehingga di anggap pantas oleh Allah sebagai penghuni Sorga.
Demikian,  semoga kita semua dapat meneladani dan mempraktekan prilaku sahabat yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai penghuni sorga dihadapan sahabat  yang empat, yakni dihadapan sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
Akhirnya kita memohon kepada Allah semoga kita senantiasa dalam hidup ini mendapat bimbingan dan penjagaan-Nya sehingga dapat hidup bahagia di dunia serta di akhirat kelak dimasukan ke sorga-Nya, Amin...

Penulis adalah:
-         Guru PAI SMPN 2 Cibingbin
-         Mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon


Tidak ada komentar:

Posting Komentar