Senin, 31 Oktober 2011

EMPAT KECERDASAN MANUSIA


EMPAT KECERDASAN MANUSIA
Oleh : Sobarudin
Ketika Ilmu pengetahuan belum maju, kesuksesan seseorang hanya diprediksi  dari kecerdasannya (IQ), ternyata banyak terjadi orang ber IQ tinggi hanya menjadi orang biasa saja. Kemudian ditemukanlah pengertian Emosional Quotien (EQ). Tidak cukup juga, karena ternyata banyak kemajuan malahan membuat orang di kota-kota besar bingung dengan hidup mereka sendiri. Ini karena mereka mulai melupakan nilai spiritual atau agama. Maka didefinisikanlah Spiritual Quontient (SQ). Terakhir muncul istilah Adversity Quontient (AQ).  Secara sederhana, berikut penjelasan ke empatnya :
1.     Intelectual Quotient (IQ) atau Kecerdasan Intelektual
Adalah sebuah kecerdasan yang memberi kita kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Ketika menghitung dengan IQ, maka akan ada 6 katagori manusia : Idiot, bodoh, biasa, pintar, sangat pintar dan jenius.
2.     Emotional Quotient (EQ) atau Kecerdasan Emosion
Adalah Kecerdasan atau kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri maupun orang lain. Orang sering menyebutnya dengan feeling. Untuk lebih jelas, ketika teman sekelas mendapat nilai jelek. Apa yang kita lakukan ? jika nilai kita bagus, tetapi kita diam saja pertanda nilai EQ kita rendah. Tetapi ketika kita mencoba menghibur teman kita tersebut dan tetap memberinya semangat, berarti nilai EQ kita bagus atau tinggi. EQ dan komunikasi yang baik mampu memberi apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain. EQ membantu menjadikan seseorang sukses dalam bersosial dan berkehidupan.
3.     Spiritual Quotient (SQ) atau Kecerdasan Spiritual
Adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau nilai untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Banyak kasus kita dengar bahwa seseorang di PHK dari pekerjaannya bukan karena mereka tidak pintar, bukan karena tidak pintar mengendalikan sesuatu atau bukan ketidak mampuannya berkomunikasi  dll, tetapi karena tidak memiliki integritas, tidak jujur dan tidak bertanggung jawab. Kecerdasan ini pula yang oleh para pakar disebut sebagai penentu kesuksesan seseorang. Kecerdasan ini mampu menjawab tentang jati diri seseorang, Siapa saya ? Untuk apa saya diciptakan ?.

4.     Advercity Quotient (AQ) atau Kecerdasan Tantangan
Adalah kecerdasan untuk menghadapi pendakian yang akan dihadapkan pada berbagai hambatan, tantangan dan kesulitan. Orang yang memiliki nilai AQ tinggi maka tidak pernah takut dalam proses pendakiannya bahkan dia akan mampu untuk mengubah tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah peluang.
Berikutnya berdasarkan AQ ini maka manusia dibagi menjadi 3 kelompok :
1.     Quitters, maksudnya orang yang langsung berhenti diawal pendakian. Mereka cenderung menjalankan yang lebih mudah,  mereka bekerja sekedar untuk hidup, semangat kerja yang minim, tidak berani mengambil resiko serta cenderung tidak kreatif. Biasanya tidak mempunyai visi yang jelas, berkomitmen rendah.
2.     Campers, maksudnya orang yang berhenti dan tinggal di tengah pendakian. Mendaki secukupnya lalu berhenti kemudian mengakhiri pendakian. Umumnya setelah mencapai tingkat tertentu dari pendakian, maka fokusnya berpaling untuk kemudian menikmati kenyamanan dari hasil pendakiannya. Banyak peluang atau kesempatan untuk maju menjadi lepas karena fokus sudah tidak lagi pada pendakiannya.
3.     Climbers, maksudnya orang yang sudah berhasil mencapai puncak pendakian. Mereka senantiasa fokus pada usaha pendakian tanpa menghiraukan apapun keadaan yang dialaminya. Selalu memikirkan berbagai macam kemungkinan dan tidak akan pernah terkendala oleh hambatan. Mundur sejenak adalah bagian dari proses alamiah, mereka senantiasa mempertimbangkan dan mengevaluasi hasil pendakiannya untuk kemudian bergerak maju lagi hingga puncak tercapai.
Demikian 4 kecerdasan yang sejatinya dimiliki oleh setiap orang untuk kemudian di optimalkan perannya demi kehidupan yang lebih baik, Semoga...





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar